APPI Ungkap Dua Tantangan Industri Pembiayaan di Indonesia 2021

Suwandi Wiratno

Jakarta, Berita Bisnis: Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) memperkirakan bisnis multifinance tumbuh positif tahun ini. Hal ini didukung pemanfaatan teknologi seperti SLIK, rapindo dan biro kredit akan memperbaiki kualitas kredit. 
 
"Perbaikan kualitas pembiayaan pasti akan menjadi lebih baik. Kemudian bank juga lebih percaya (memberikan pinjaman ke multifinance)," kata Ketua APPI Suwandi Wiratno di Jakarta, Jumat (15/1/2021). 
 
Namun ada dua tantangan yang mesti dihadapi industri tahun ini. Pertama, masalah pendanaan dari bank karena mereka lebih selektif menyalurkan pinjaman seiring perpanjangan masa restrukturisasi kredit. 
 
Kedua adalah perpanjangan restrukturisasi juga berpotensi menaikkan rasio NPF karena kemampuan membayar debitur turun. Hal terlihat dari peningkatan NPF selama pandemi dari sebelumnya sekitar 2% menjadi 4,50% per November 2020 menurut data OJK. 
 
Guna mempertahankan bisnis, dia menyarankan industri menyiapkan berbagai strategi seperti mengadopsi kebiasaan baru (new normal) dalam semua aspek bisnis dan operasional. Lalu investasi ke platform digital, melakukan efisiensi dan menggenjot produktivitas, merekrut orang kompeten untuk meningkat produktivitas serta mengeluarkan inovasi baru. 

Sebelumnya,Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) memperkirakan piutang pembiayaan tahun ini bisa tumbuh di kisaran 5% secara year on year (yoy). Berbagai faktor pendukung akan mendorong pembiayaan multifinance. 
 
"Pembiayaan akan menunjukkan pertumbuhan positif di tahun 2021 seiring dengan meningkatnya konsumsi masyarakat yang kembali pulih," kata Wimboh Santoso. (jo4)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama