Ads Top

Ekonomi Afrika Selatan Terpuruk Minus 51 Persen

Ajakan tinggal di rumah di Afsel.
Jakarta, Berita Bisnis: Pandemi covid19 yang berkepanjangan dan terbatasnya mobilisasi massa menempatkan negara ini terjerembab ke dalam krisis ekonomi yang sangat dalam.

Seperti dikutip Bloomberg, Rabu (9/8/2020), Produk Domestik Bruto (PDB) Afrika Selatan telah minus selama 4 kuartal berturut-turut. Badan Statistik Afrika Selatan mengumumkan, PDB telah menyusut -51 persen secara tahunan (year on year/yoy) di kuartal II 2020, menyusul kontraksi -1,8 persen dalam 3 bulan pertama (kuartal I 2020).

Terbatasnya mobilisasi warga Afrika Selatan telah menempatkan ekonominya ke dalam resesi terpanjang dalam 28 tahun, dengan kontraksi PDB di kuartal II 2020 lebih tajam dari perkiraan.

Angka itu merupakan penurunan PDB paling tajam, setidaknya sejak tahun 1990 dan memperpanjang resesi hingga kuartal IV 2020. Bahkan ini merupakan periode kontraksi kuartalan terpanjang berturut-turut sejak 1992.

Lockdown secara nasional yang dimulai pada 27 Maret 2020 memperdalam kemerosotan ekonomi, yang terjebak dalam siklus penurunan terpanjang setidaknya sejak Perang Dunia II.

Saat lockdown, masyarakat diizinkan meninggalkan rumah hanya untuk membeli makanan dan mencari perawatan medis. Lockdown kemudian dibuka secara bertahap pada 1 Mei 2020. Sayangnya, banyak perusahaan tutup permanen dan memecat pekerjanya selama lockdown terjadi. (jo4)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.